Diskominfo Siapkan Anggaran Rp 3 Milliar untuk Atasi Blank Spot
Ery Haryono
POSKOTAKALTIMNEES.COM,
KUKAR-
Sebanyak 23 desa di Kukar tidak ada jaringan internet (blank spot), menyikapi
hal itu Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara komitmen melakukan upaya pengentasan area blank spot.
Dari 23 desa tersebut adalah, Bendang Raya,
Sallo Cela, Muara Enggelam, Long Beleh Modang, Rantau Hempang, Kupang Baru,
Batuq, Muara Aloh, Tanjung Batuq Harapan, Sebelimbingan, Muhuran, Benua Baru.
Kemudian Wonosaririmba, Suka Bumi, Muara
Tuboq, Muara Kebaq, Muara Salung, Muara Tiq, Muara Belinau, Buluk Sen, Umak
Dian, Umaq Tukung, Long Lalang.
Kepala Bidang (Kabid) Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kukar Ery
Hariyono mengatakan, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJMD),
Diskominfo Kukar ditugaskan untuk mengatasi 23 desa tersebut agar mendapatkan
signal.
"Hal ini juga sejalan dengan program
Kementerian Kominfo dalam pengentasan wilayah blank spot di desa seluruh
Indonesia, dan Kukar ada 10 desa yang masuk kedalam program Kementerian
Kominfo," kata Ery Hariyono kepada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya,
Rabu (11/5/2022)
Dari 10 desa tersebut meliputi desa Muara
Enggelam, Long Beleh Modang, Benua Baru, Muara Tuboq, Muara Kebaq, Muara
Salung, Muara Tiq, Muara Belinau, Umaq Dian, dan Umaq Tukung.
"Sehingga masih ada 13 desa menjadi
tugas kita, walaupun disisi lain masih banyak wilayah yang lemah signal. Tahap
awal kita fokuskan kepada area blank spot, baru penguatan signal diwilayah
lain," ucapnya
Namun saat ini dari 13 desa tersebut, sudah
ada 4 desa yang mendapatkan signal seluler, sehingga tersisa 9 desa yang
menjadi program pemerintah daerah.
"4 desa tersebut ialah, Bendang Raya,
Rantau Hempang, Sukabumi, dan Buluk Sen," sebutnya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran
untuk pengentasan area blank spot di 9 desa pada 2022 ini, anggaran tersebut
sekitar Rp. 3 milliar. Pengentasan wilayah blank spot di 9 desa ditargetkan
2022 ini kelar.
"Anggaran Rp 3 milliar itu untuk
pengadaan alat repiter, pengadaan repiter 1 titiknya sekitar Rp300 juta, saya
kira dengan anggaran tersebut cukup untuk pengentasan blank spot, karena hal
itu juga sudah dikoordinasikan," jelasnya.
"Kami juga berharap, dengan IKN masuk
wilayah Kukar, kita makin dapat support dari pusat, karena kalau kita membangun
infrastruktur sendiri itu tidak akan mungkin, sebab begitu mahalnya
infrastruktur komunikasi dan cepatnya berkembangnya teknologi ini,"
tutupnya.(*riz/adv)